
Yap!!~ Alo semua!~ Apa kabar ;)
Digi baru pulang dari PPJ (Pekan Pengembangan Jiwa) nih..
Heh?? PPJ itu apaan?
Loh?? Bukannya kemaren digi udah promosi abis-abisan disini nih >_<... Haiz... Ketahuan banget nich ngga dibaca, padahal penting loh ^^ Hmm.. So? Err... Yap.!~ Digi baru aja pulang dari acara PPJ tahunan yang diadakan tahunan untuk remaja-remaja di Medan khususnya, acara tahun ini seru banget, dan beda banget dari tahun-tahun sebelumnya.. Cuma... ada beberapa masalah yang tampaknya serius, tapi panitianya berhasil overcome masalah-masalah tersebut dengan sangat sukses...
Hohoho.. Digi nanti baru lanjutin cerita kerjaan kita di sana 3 hari 2 malam ngapain aja sih ;)
Oce!~~ digi sekarang mau bobok dulu.. Cape nih... Byee all ^^
Tuesday, December 30, 2008
PPJ 2008! THE BEST EVER!!
Thursday, December 25, 2008
Wednesday, December 24, 2008
Aku punya Papa yang Tidak Pernah Korupsi...
Puluhan tahun bekerja di Pertamina dengan jabatan yang sangat "basah" sebenarnya membuka peluang yang sangat besar bagi ayah saya untuk lebih mensejahterakan anak istrinya dengan uang korupsi.
Saya pikir-pikir, kalau ayah saya mau korupsi, paling tidak bisa mengirim saya dan adik saya sekolah ke luar negeri, bisa beli rumah yang lebih megah di kawasan yang lebih elit, bisa membelikan kami anak-anaknya masing-masing sebuah mobil keluaran terbaru, bisa mengajak kami sekeluarga berlibur keliling dunia, bisa membelikan ibu saya perhiasan berlian dan baju-baju yang mahal seperti yang dilakukan oleh teman2nya yang lain.
Tapi ayah saya memilih untuk hanya memberikan uang gajinya berikut bonus-bonus perusahaan untuk kehidupan keluarganya. Ayah saya memilih untuk hidup jujur dan menghindari korupsi.
Kalau saya tanya, "Kenapa sih Papa gak mau korupsi? Kalau Papa korupsi tentunya aku bisa punya mobil sendiri seperti Jeanne temanku itu ...." Ayah saya cuma berujar pendek, "Buat apa kaya tapi tiap malam tidur tidak bisa nyenyak..."
Ibu saya pun Alhamdulillah tidak pernah merongrong suaminya untuk memberikan lebih dari apa yang sudah menjadi hak suaminya. Ibu saya mengajarkan kepada kami semua bahwa sudah seharusnya kami semua bangga punya Papa yang tetap jujur dan memiliki integritas yang tinggi, tidak goyah dengan iming-iming materi untuk meloloskan satu-dua proyek yang nilainya jutaan dollar. Dan sudah sewajarnya keluarganya mendukung untuk tidak "memaksa" Papa mencari kelebihan materi melalui usaha-usaha yang merugikan orang lain.
Ayah saya yang sudah lebih 35 tahun bekerja di Pertamina, di hari tuanya ini hanya memiliki sebuah rumah yang sudah bocor di sana-sini menanti bertahun-tahun untuk diperbaiki, sebuah mobil bekas yang dirawat Papa dengan penuh hati-hati sebab katanya Papa tidak punya uang lebih kalau harus mengganti mobil yang lebih baru dan seorang istri yang tak pernah iri bila dalam arisan teman-temannya.
memamerkan berlian semilyar rupiah atau tas kulit merek terkenal berharga jutaan rupiah sementara dirinya cuma pakai tas beli di Mangga Dua dan perhiasan emas yang dibelinya di toko emas di pasar dekat rumah. Tapi saya tahu ayah saya selalu menatap rekan kerjanya dengan kepala tegak, bicara dengan team Pemeriksa Keuangan dengan suara mantap, menyergah atasannya dengan tegas, karena memang ia tak pernah sepeser pun "mencuri" uang rakyat dengan praktek korupsi.
Saya sangat bangga dengan ayah saya yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun dengan nama bersih tanpa cela, disegani dan dihargai oleh semua rekan kerjanya karena tidak pernah sekalipun terlibat korupsi.
Dulu, sewaktu kecil setiap teman-teman saya memamerkan pakaian mahal terbaru, mainan mahal terbaru atau perhiasan mahal terbaru dan setengah mengejek berkata, "Kamu punya apa, Fer?"
Saya bisa menjawab pasti, "Aku punya Papa yang tak pernah korupsi."
Tuesday, December 23, 2008
3-D painting! RELOADED~! (wonders)
--The cool pics of 3-d painting on the street, take a look for yourself--, anyway, digi masih bingung ini ada touch dari adobe photoshop atau ngga?? tapi it's worth to be taken a look for ;)








Monday, December 22, 2008
Anda Spesial....
yoooo.... digi akhir-akhir ini lagi sibuk nih... jadi ngga bisa sering-sering update forum ^^;;
Sorry yach, ini digi kasih artikel motivasi diri, patut direnungi kok ;)...
Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,-, ia bertanya kepada hadiri, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.
"Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini."
Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
"Baiklah," jawabnya, "apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
"Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
"Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,-."
Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apa pun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan. Jangan pernah lupa - Anda spesial.
digi jadi ingat kemaren ada sms 'nyasar' ke digi, isinya kira-kira seperti ini:
"Lebih baik memiliki orang yang mencintai kita, daripada orang yang kita cintai"
digi rasa memang benar, kalau orang yang mencintai kita akan memperlakukan kita dengan spesial :)
Tapi... susahnya... kadang-kadang kita ngga tau kalau-kalau kita itu terlalu spesial untuk dicintai, sehingga kadang kita sering merasa kita ini hidup sendiri, tanpa arti, merasa ngga berguna, padahal diluar daripada perkiraan kita, disuatu tempat yang tidak akan pernah dijangkau oleh manusia, Tuhan sudah mengatur masa depan kita ;)
