Digikid is available in Chinese and English now!!
Digikid sudah ada dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris lho ^^
Check it out! Digi-ch, Digi-eng

Wednesday, February 3, 2010

Post kedua di tahun 2010 ^^

Halo teman-teman sekalian. Apa kabarnya? Mudah-mudahan kita semua sehat-sehat saja yah.
Wahhh.... Waktu memang berlalu dengan cepat sekali, tidak terasa 1 bulan sudah berlalu sejak kita merayakan tahun baru, sekarang, malah kesibukan baru menantikan saya pada tanggal 14 Februari nanti, tepatnya tahun baru Imlek, bertepatan dengan hari Valentine ^^


Yahh.. Semenjak tahun baru saya belum sempat mengupdate satu post pun, tidak seperti teman saya, hendrydext yang masih sempat-sempatnya mengupdate blog :) Saya benar-benar salut dengan teman saya yang satu itu, padahal awalnya saya yang mengajak beliau untuk membuat blog, sekarang malah saya yang ketinggalan, si Hendry yang terus maju dalam dunia blogging :) Salam sukses untuk bung Hendry kalau sempat membaca post saya :)

Akhir-akhir ini saya memang disibukkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan vihara, kegiatan chatting, kegiatan facebook, kegiatan kampus, dan sebagainya, maksud saya..... Yahh.. Pokoknya saya tidak mempunyai waktu (baca: mood) update blog.
Setelah menelantarkan blog cukup lama, saya menyadari bahwa makin bertambah aja followers saya... Salam kenal untuk semua followers saya yang baru bergabung, meskipun saya tidak tahu mereka 'nyasar' darimana dan kenapa bisa tertarik untuk bergabung dengan blog saya yang... sepertinya membosankan ini. Hahaha. Tapi apapun itu, mari kita ucapkan selamat datang kepada followers-followers baru :) Semoga Anda-anda semua bisa betah lama-lama di blog digikid ini :)

Blog dalam Bahasa China saya juga sudah lama tidak diupdate, blog lokal aja gak diupdate, boro-boro blog internasional >_< href="http://gudangraye.blogspot.com/">Ardiko, selamat bergabung juga di dunia blogging, dan untuk tante Calvina (oops.. maaf blom ada linknya), selamat bergabung di dunia blogging meskipun itu atas permintaan dari dosen di kampus, ha..ha..ha..

Apa lagi yaa?? Oh ya.. Kabar mama yang jatuh dari tangga kemarin sudah agak baikan, terima kasih untuk semua teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam bentuk doa, semangat, dll. Itu semua sangat membantu :)
At least sekarang mama sudah bisa main game di komputer seperti sediakala, haha, meskipun tangan kanan beliau yang kemarin sempat patah masih belum sembuh total, tapi sudah baikan :)
Hanya saja kaki kanan yang retak harus dijaga dengan baik, karena lukanya adalah luka dalam, kita juga tidak tau bagaimana kondisi pemulihan pada kakinya, sampai nanti mama akan ke pulau Penang lagi beberapa hari setelah Imlek, mudah-mudahan saja hasil pemeriksaannya bagus, yuk, kita doakan sekali lagi ^^

Oh iya, berhubung tahun baru Imlek sudah dekat, bagi teman-teman yang merayakan, jangan lupa untuk siap mental keluar duit buanyak (khusus orang tua), dan bagi anak-anak siap mental untuk terima angpao yang mungkin jumlahnya berkurang dari tahun lalu ^^, maklum saja ya teman-teman, soalnya dunia orang dewasa sekarang ini makin susahhh saja, oleh karena itu, jumlah angpao kita sebagai remaja dan anak-anak harus dikurangi dong :)

Jangan lupa juga untuk membeli baju baru, sepatu baru, tas baru, kotak pensil baru, dan serba-serbi yang baru.. Eeettss... tetapi ingat dulu, jangan terlalu dipaksakan, sesuaikan saja dengan kemampuan dan kebutuhan saja yah. Harus ingat karena keadaan ekonomi di seluruh dunia juga menurun, kita harus maklum apa adanya dengan kondisi orang tua saat ini, jangan menuntut terlalu banyak. Asalkan bisa dapat angpao aja sudah bagus ^^___^^

Oh ya, teman-teman, digi juga turut menyampaikan rasa dukacita kepada saudara-saudara kita yang di Haiti yang terkena gempa kemarin, dan juga di tempat-tempat lainnya.
Harus disadari dan diakui, yang namanya bencana akhir-akhir ini memang sering nempel pada bumi manusia, entah itu karena kerusakan lingkungan, atau karena kerusakan moral, atau memang karena waktunya sudah datang, itu kita tidak tahu, dan tidak perlu tahu, saya kira. Asalkan kita semua dengan tulus bertobat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesalahan yang kita perbuat, bersungguh-sungguh berjanji untuk menjadi orang yang baru, bersama-sama menciptakan sebuah bumi baru yang penuh dengan cinta kasih dan kedamaian, saya kira, bencana itu pasti akan menyingkir dengan sendirinya :)

Oke deh teman-teman. That's all for today, sekarang digi mau beribadah dulu... Digi doakan kita semua bisa selalu sehat walafiat jasmani dan rohani, selalu bisa sukses dalam segala bidang :)
Ingat, hargai waktu, waktu yang berlalu tidak akan bisa kembali lagi, hanya menyisakan kenangan di dalam hati kita

Thanks for reading ^^

Continue Reading!

Friday, January 1, 2010

Selamat Tahun Baru 2010!


Selamat Tahun Baru 2010!!!


Agar kita dapat mengenang kembali semua kesalahan yang kita lakukan pada tahun-tauhn sebelumnya, merenungkannya kembali, dan tentu saja, berjanji dengan tulus kepada Tuhan untuk tidak mengulangi semua kesalahan kita lagi di tahun yang indah ini.

Tidak lupa juga sepucuk doa tulus dari dalam hati kita panjatkan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa agar di tahun yang baru ini kita semua mendapatkan sebuah kesempatan yang baru untuk menjalani hari-hari yang baru, semangat yang baru, dan mudah-mudahan kita memiliki sebuah kehidupan yang baru, yang jauh berbeda dari kehidupan kita sebelumnya.

Semoga Tuhan melindungi kita semua :)

Continue Reading!

Wednesday, December 16, 2009

Kami besertamu, Mama!

Semalam, tepatnya tanggal 15 Desember 2009, pada jam 11.00, kami sekeluarga sedang enak-enaknya mendengarkan suara merdu oleh lagu yang dilantunkan mama.

Tak lama setelah itu saya pun masuk ke dalam kamar, untuk mengecek apakah ada pesan baru dari teman saya. Ketika saya sedang serius memperhatikan komputer, tiba-tiba dari arah dapur terdengar suara benda terhampar dengan sangat keras...

BUUUKKKKKKKK!!!!!!

Tentu saja, bagi orang normal yang mendengarkan suara tersebut pasti langsung bisa mengetahui, bahwa suara itu adalah suara orang yang terjatuh. Setelah mendengar suara tersebut, tanpa dikomando lagi saya pun langsung menuju ke ruang dapur untuk melihat apa yang terjadi disana. Dan alangkah terkejutnya saya ketika melihat mama saya sedang terbaring di atas lantai, tidak mengerang, tidak menjerit kesakitan, hanya terdapat suara dari adik perempuan saya, "Ma! Mama tidak apa-apa kan? Mama tidak apa-apa kan?"

Langsung kami pun membantu mama untuk berdiri. Tetapi.....



Tidak bisa! Mama tidak bisa berdiri! Mama hanya berusaha menopang tubuhnya untuk dapat tetap duduk di atas lantai, ketika sedang membantu mama, tanpa sengaja saya memperhatikan tangan kanan mama yang sedang menopang tubuhnya. Tangan kanan mama bergetar! Saya mempunyai sebuah perasaan tidak enak terhadap hal ini. Lalu mama mengatakan sudah tidak tahan lagi dan ingin duduk bersandar, mendengar hal ini saya pun bergegas masuk ke kamar untuk mengambil semua bantal yang ada di dalam kamar. Karena pada waktu tersebut, mama sama sekali tidak bisa bergerak, tidak bisa dibantu berdiri, tidak bisa dipapah, tangan kanan tidak boleh disentuh atau akan terasa sakit, kaki kanan juga sangat sakit jiga digerakkan.

Lalu bantal-bantal yang ada langsung disusun sedemikian rupa agar mama merasa nyaman dan mempunyai tempat sandaran sehingga dapat mengurangi beban. Adik perempuan saya melihat kondisi mama yang parah ini pun langsung menangis tersedu-sedu. Tentu saja, orang tua mana yang tidak sedih melihat anaknya menangis? Mama pun menyuruh adik perempuan saya untuk berhenti menangis dan mengatakan, "Tidak apa-apa kok!"

Selang beberapa menit kemudian, mama menyuruh saya untuk menyuruh salah seorang tukang urut untuk menyambungkan tulang mama. Karena mama sudah mempunyai perasaan bahwa tulang mama sudah tergeser dari tempatnya, dan si adik juga memperhatikan rupanya siku mama sudah lebih turun dari biasa. Tu wa ga, saya pun bergegas menghidupkan mobil dan bersiap-siap untuk mengemudi mencari si tukang urut. Setelah sampai di dalam mobil....

Setelah sampai di dalam mobil, mama menyuruh saya untuk tidak usah mencari lagi, karena mama kebetulan mempunyai seorang kenalan yang berhasil diurut sembuh oleh tukang urut yang lain. Kami pun langsung menelepon kenalan tersebut.

Orang tersebut akhirnya menelepon kepada si tukang urut, dan memberitahukan kepada kami, bahwa, sebelum giliran kami masih ada 2 lagi tempat yang harus diurut! Mama pada saat itu pun meminta tolong kepada si tukang urut untuk datang ke rumah kami terlebih dahulu, karena kalau kondisi mama dibiarkan lama, nanti akan semakin sakit.

Akhirnya si tukang urut pun menyetujui untuk mendatangi tempat kami terlebih dahulu. Sembari menunggu, ternyata tangan kanan mama yang patah itu tidak bisa diajak kompromi lagi. Sakit sekali. Terpaksa harus diangkat lebih tinggi ke atas (kalau dibiarkan menjuntai bisa sangat sakit) secara giliran oleh saya dan adik. Pada saat itu karena keadaan yang sangat mendesak tidak terpikirkan oleh kami kalau tangan mama pada saat itu lebih baik ditahan oleh selimut atau sejenis kain dan diikatkan ke lehernya..

Kaki mama juga mulai merasa sakit, karena posisi duduk yang tidak nyaman, bagian pinggul mama sudah mulai merasa kebas, dan kaki kanan sudah mulai terasa kram sedikit. Pada saat itu, kami masih menyuruh mama untuk tetap bersabar menunggu tukang urut yang datangnya 1 jam kemudian...

Setelah si tukang urut datang, memegang kaki mama dan mengurut sebentar, akhirnya berpindah ke tangan kanan mama. Tak lama setelah meneliti keadaan tangan mama, tukang urut akhirnya menyerah dan mengatakan, "Tidak bisa, tangan mama sudah patah, lebih baik dibawa ke rumah sakit untuk di rontgen dan dioperasi."

Mama mendengar hal itu terdiam sejenak, kemudian mengatakan, "Apakah tidak bisa disambung dulu ya kakinya? Soalnya kalau kakinya bisa disambung / dibenerin, mau kemana-mana juga gampang, dengan kondisi seperti ini digerakkan aja sakit, bagaimana mau ke RS?"

Akhirnya setelah tidak dapat menemukan solusi yang tepat, mama pun pada saat tersebut juga memutuskan untuk pergi ke Malaysia untuk menjalankan operasi terhadap tangan dan kaki kanan mama.

Setelah itu pun mama meminta tolong kepada tukang urut nya untuk memindahkan mama ke kursi agar bisa duduk dengan lebih baik dan bisa menuju ke kamar. Setelah menuju ke kamar, mama mulai dihadapkan dengan banyak masalah, terutama masalah buang air kecil, karena dengan kondisis mama yang saat ini sudah bisa dipastikan mama tidak akan bisa menuju ke kamar kecil, sampai masalah kepada besok bagaimana akan dinaikkan ke dalam mobil, dinaikkan ke dalam pesawat, dan sebagainya...

Siang itu pun berlalu dengan cepat, masih ada orang vihara yang datang menjenguk mama tak lama setelah kejadian, karena memang sebelum kejadian mama sudah berjanji dengan orang vihara untuk keluar mencari umatumat vihara.
ketika malam tiba, mulai datang sanak saudara mama untuk menjenguk mama yang sakit, menginterview bak karyawan yang masuk ke dalam perusahaan serba bisa, pertanyaannya bervariasi mulai dari a-z, dari atas sampai bawah, kiri sampai kanan, dan sebagainya. Tentu saja melihat banyak sekali sanak saudara, teman-teman yang menjenguk mama, hati saya senang sekali.

Tapi kondisi mama pun kian memburuk, dan luka mama semakin sakit saja rasanya. Ketika tiba semua orang sudah pulang, tepatnya jam 11 malam, itulah awal dimulainya penderitaan mama.

Mama tidak bisa tidur sama sekali karena rasa sakit yang melanda kakinya itu, semalaman saya dan si adik tidak tidur karena membantu mama untuk mencari posisi yang cocok untuk kakai mama, karena kaki kanan mama itu tidak bisa digerakkan, dan sebentar-sebentar rasanya kejang, sebentar-sebentar kram, dan sebagainya.

Pada saat saya memegang betis mama, terasa urat-urat di dalamnya mengejang semua, adik juga mengatakan hal yang sama. Dalam hati saya berpikir," Astaga, bagaimana mama bisa menghadapi penderitaan yang besar seperti ini? Tuhan tolong berikan mama kekuatan."

Dan hampir sepanjang malam itu, dari dalam hati kami dan mulut kami tak henti-hentinya terus melantunkan doa kepada Yang Maha Kuasa agar mama diberikan ketabahan untuk menjalani penderitaan ini sampai besok pagi.

Ternyata puncak dari penderitaan mama adalah pada saat jam 3 malam, dimana mama sudah mengonsumsi obat penahan rasa sakit, dan ternyata obat tersebut banyak membantu.

Tapi kemudian tak lama setelah itu, kaki mama mulai kejang-kejang lagi, saya dan sang adik pun otomatis langsung sibuk membantu mama untuk mendapatkan posisi kaki yang paling nyaman untuk mama.
Malam itu dirasakan benar-benar adalah malam yang paling panjang dan malam yang paling menderita dalam hidup. Hampir sepanjang malam mama mengerang kesakitan, dan pada akhirnya bisa tertidur dengan pulas, tak lama kemudian terbangun karena kaki yang kembali mengejang, hampir setiap jam mama lewati dengan cara begitu. Sungguh tragis hidup ini!

Pada akhirnya, habis gelap, terbitlah terang, akhirnya bumi Indonesia pun mulai menyambut kami dengan matahari terbit, tidak tahu kenapa dan bagaimana, kondisi mama juga pelan-pelan membaik, mama hanya duduk diam, entah karena mama menahan sakitnya agar tidak membuat kami khawatir, atau memang mama sudah tidak merasakan sakit lagi, tidak ada yang tahu, hanya mama sendiri yang tahu.

Sampai akhirnya saat yang paling ditakutkan itu tiba, berangkat ke bandara menuju negeri jiran, Malaysia. Bagaimana harus diturunkan dari lantai dua ke lantai satu? Bagaimana mama akan dimasukkan ke dalam sebuah mobil kijang beserta tempat duduknya? Bagaimana mama akan mengganti tempat duduk dari kursi di rumah dengan kursi roda di bandar udara?

Tetapi tidak tahu bagaimana, rasanya semua proses itu berlalu dengan cepat, mama dengan mudah dapat diturunkan kebawah dengan bantuan si tukang urut yang membenarkan urat-urat syaraf mama, mama dapat dengan mudah dinaikkan ke dalam mobil, dan hampir tidak ada masalah ketika mengganti kursi rumah dengan kursi roda yang ada di bandara.

Namun penderitaan mama masih baru dimulai, mama masih harus menjalani berbagai proses yang sangat menyakitkan di negeri tetangga tersebut. Mama masih harus menjalani operasi yang sangat menyakitkan di seberang sana.

Tapi tentu saja mama, kami anak-anak mama akan selalu menyertai mama dengan doa dan harapan yang tulus sebagai seorang anak.

Continue Reading!

Saturday, September 26, 2009

Jual handphone..

Halo teman2... Skarang digi lg mencoba posting pk hp.. Jd mgkn bahasanya disingkat2.
Hem... Sekarang digi lg di tempat oma. Brhubung tak ada krjaan, digi coba posting pake hp ajah. Haha.
Ngobrol2 soal hape nich. Digi lg senang bgt.

Knp? Pasalnya hape digi yg uda kadaluarsa ini gak ada yg mau bli.
Lho? Kok malah sng? Ya bgtlah. Digi pikir drpada kejual, nanti pasti ribet lg mikirin bli hape apa lg yha??
Jd ambil hikmah baiknya aja, krn uda terlanjur ga ada yg mau, yaudah.ambil sisi positifnya ajah. Hoehoe...

Udahan dolo yah teman2...
Digi mau tdr dl. Tata

Continue Reading!

Saturday, September 19, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri



Blog Digikid mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H..
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon maaf lahir dan batin ya kalau digi pernah melakukan kesalahan apa-apa dalam tahun ini ^^


Continue Reading!
 

blogger templates | Make Money Online