Digikid is available in Chinese and English now!!
Digikid sudah ada dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris lho ^^
Check it out! Digi-ch, Digi-eng

Friday, February 6, 2009

Digikid Kembali Melancarkan Aksinya!

Para pemirsa dan penikmat Digikid!

Setelah 1 bulan lebih digikid vakum tanpa berita, kini digikid akan hadir kembali dengan berita yang lebih akurat, up-to-date, mantap, keren seperti orangnya, dan yang akan membuat blog tetangga ternganga-nganga *lebai de*

Untuk itu, pada hari ini, demi kelangsungan hidup digikid, kita sudah mengundang seorang narasumber, pencipta blog digikid, seorang remaja medan yang tidak kalah kerennya dengan remaja nyentrik, tetapi tidak kalah cool-nya dengan artis top Indonesia, Aming! Kita sambut saja, DIGIKID!!!!

Digikid : Ya... Terima kasih terima kasih.

Unknown : Ya. Selamat malam kak digi.

Digikid : Selamat malam, wah jangan dipanggil kak dong, saya jadi malu nih, meskipun berita ini saya yang tulis sendiri... Aduh gimana yah... panggil digi aja deh ^^

Unknown : Baiklah, digi, kira-kira kesibukan apa yang menyita waktu digi sehingga digi bener-bener tidak mempunyai waktu untuk mengupdate blog.

Digikid : Ohh.. Pertama-tama saya mengucapkan beribu ribu maaf untuk semua teman-taman yang udah menanti-nantikan cerita digikid ini. Saya akhir-akhir memang sibuk sekali dan tidak sempat mengupdate blog, kesibukan saya diantaranya adalah mengambil angpao, memainkan travian, dan akhir-akhir ini saya juga terlibat dalam bisnis Gold-GP Gunbound.... Dan bukan tidak mungkin ke depannya saya akan kembali memainkan game favorit saya yang membuat ketagihan, Ragnarok Online.

Unknown : Wah, begitu banyak sekali aktivitas digi, kira-kira digi apa ngga capek?

Digikid : Wah.. Ngga dong, kalau untuk hal-hal yang sudah merupakan panggilan jiwa (LEBAY!) bagi saya, tentu saja saya tidak capek! ^^
Oh iya, saya juga lagi menjalani masa ujian dan masa bimbingan belajar plus plus dari sekolah dalam rangka menghadapi UAN dan UAS ^^ Mohon doanya ya semua!

Unknown : Baiklah.. Sekian saja.... Terima kasih digi, doa dan dukungan kami pasti lebih berharga dari jawaban kami dari ujian, terima kasih sekali lagi untuk kesediaan digi mengetik posting ini malam-malam meskipun badan sudah letih semua ^^

Digikid : No worries, untuk yang terakhir, I love God, I love my families, I love all of you! ^^

Wan an!!!!


Continue Reading!

Monday, January 26, 2009

Gong Xi Fa Cai 2560!




Ni haooo semuanya ^_^

Digikid beserta semua kru nya mengucapkan

Selamat Hari Raya Imlek 2560!




Semoga di tahun kerbau ini (mooo) kita semua diberkati dan dilimpahi oleh rejeki yang tak terhingga banyaknya ;)


Kerbau bekerja keras, tetapi sebagai manusia, kita harus bekerja cerdas!


恭喜發財!
年年進步!
身體健康!
萬事如意!
心想事成!
事事順利!

Continue Reading!

Thursday, January 15, 2009

Satu Malam yang Membuatku Tersadar....

Ini adalah kisah nyata... Kisah saya, dan mungkin kisah kita semua...
Dari seorang bocah berusia 17 tahun...

Beliau melewati hari-hari layaknya remaja lainnya, bermain dengan kawan, merengek agar minta dibelikan handphone baru, PS 2, mengupgrade komputer senilai jutaan rupiah.

Tidak cukup, beliau meminta orang tuanya agar membelikannya kartu XL, agar bisa sms gratis seharian, dengan harga yang sepadan tentunya, beliau meminta orang tuanya untuk mengganti koneksi internet, agar beliau dapat bermain internet seharian, dengan konsekuensi, harus menghiraukan keluarga yang memanggilnya untuk menjawab telepon, melayani tamu, dan melakukan hal-hal lainnya.

Tentu saja semua itu tidak sia-sia... Beliau akhirnya menemukan, dunia maya itu asyik! Bisa membuatnya mendapatkan teman baru, bisa membuatnya lupa akan waktu, lupa akan omelan orang tua nya, lupa akan segala masalah yang dihadapinya di luar sana....

Suatu ketika, beliau mendapat undangan bersama keluarganya untuk pergi ke acara resepsi pernikahan sanak saudara beliau...

Seperti biasa, beliau memasuki ruangan dengan gaya nya yang unik, dan mengambil tempat duduk di tempat paling depan bagian kiri ruangan, persis di depan sound system...

Suara gunduh tidak dihiraukannya... Waktu terus berjalan... Semakin banyak saja anggota keluarganya yang datang, mulai dari yang dekat sampai yang jauh.....

.......

Waktu terus saja berlalu dan berlalu... Tiba-tiba beliau memperhatikan, orang di depan yang menyanyi dengan goyangannya yang wah! (pikirnya)...
"Ini cowo kok kayak banci sih?" pikirnya

Ibu beliau yang daritadi memperhatikan langsung saja berkata
"Mirip banci ya dia?", ungkap ibu dengan nada serius
"Tapi begitulah nak, dunia ini memang kejam, tetapi masih bagus ada orang seperti dia yang bisa mendapatkan uang dengan cara yang halal", sambung ibunya sedih.
"Sudah daritadi ibu perhatikan dia, tetapi masih ada yang belum memberi angpao, lebih baik ini kau berikan saja", kata ibu sambil menyodorkan sebungkus angpao kepada beliau....

Beliau langsung saja naik ke atas pentas dan memberikan angpao.. Bukan hal yang spesial, pikirnya..

Kejadian itu pun berlalu... Makanan mulai dihidangkan satu per satu, dan terdengarlah suara MC
"Mari kita sambut! Anak kecil berusia 7 tahun! Dengan lagu!!!!! "
Dalam sekejap beliau terhentak..
Anak 5 tahun menyanyikan lagu ? Mana mungkin??

Memang begitulah kenyataannya.... Dan semua orang di ruangan itu langsung bertepuk tangan ketika melihat anak sekecil itu mampu bergoyang dengan lumayan lincah, dan goyangannya bukan sembarang goyang, mirip goyangan Inul, pikirnya....

"Sudah lihat kan? Dari perbuatan anaknya, kita bisa mengetahui orang seperti apa ibunya", kata paman beliau.. Yang duduk tepat di samping beliau. Dan sekali lagi ini mengejutkan bocah tersebut.

Lama beliau duduk termenung, memikirkan kata-kata yang sangat tidak biasa tersebut..
Dari perbuatan anaknya, kita bisa mengetahui orang seperti apa ibunya

Yahh.. Memang patut direnungkan... Anak adalah hasil didikan orang tua bukan??

Dan semuanya kembali seperti biasa.. Sampai kepada giliran suatu penyanyi yang satu ini...

Yang satu ini cukup muda, mungkin... sekitar 30-an.., dengan stelan jas warna abu-abu, rapi, rambutnya juga rapi, cocok dengan wajahnya yang tampan.
Namun... ada yang membuat beliau heran....
Kenapa naiknya dipapah sama seorang wanita? Istrinya mungkin ya?

Setelah penyanyi tersebut naik ke atas panggung, beliau bersiap-siap, dan mengucapkan kata-kata pembuka.
"Saya disini mendoakan agar semua hadirin sehat walafiat, bertambah rejeki, ......
Jah! Kaya lagi pidato aja! Mana dia ngomongnya tanpa ekspresi lagi! Ngeliat ke bawah terus... Emangnya di bawah ada hafalan gitu.

Langsung saja, setelah mengucapkan salam pembukanya, penyanyi tersebut melantunkan lagu, sebuah lagu bahasa Mandarin yang cukup terkenal..

Hmm... Suaranya oke juga, pikirnya..

Tiba-tiba ibu dari samping berkata,
"Nak, ini tolong dikasihkan ke penyanyi itu ya."
"Kok aku terus sih, ma? Suruh adik kenapa?", seru bocah tersebut kesal.
"Loh, gak boleh begitu dong, dia kan laki-laki. Lagipula dia buta, cuma dapat makan dari menyanyi saja, setiap malam istrinya mencari informasi dan menawarkan jasa apakah ada tempat bagi mereka untuk mencari sedikit nafkah di restoran-restoran.."
Bocah tersebut langsung saja terhenyak, sadar akan kehidupan yang sudah belasan tahun dilaluinya...

Continue Reading!

Wednesday, January 14, 2009

God Knows The Most!


Sebuah gambar renungan.. Tentang bagaimana Tuhan membantu kita di setiap kesulitan yang kita hadapi....












Continue Reading!

Monday, January 12, 2009

Kakak akan Membelikannya... Suatu Hari Nanti.... Pasti.!!







Roy Angel adalah pendeta miskin yang
memiliki kakak seorang milyuner.

Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak
bumi sedang mengalami puncak, kakaknya
menjual padang rumput di Texas pada
waktu yang tepat dengan harga yang
sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy
Angel menjadi kaya raya.

Setelah itu kakak Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan
memperoleh untung yang besar.

Kini dia tinggal di apartemen mewah di
New York dan memiliki kantor di
Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal , kakaknya
menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru
yang mewah dan mengkilap.

Suatu pagi seorang anak gelandangan
menatap mobilnya dengan penuh
kekaguman.

"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya
"Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya
berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya,
bukankan Tuan yang punya mobil
ini?" Gelandangan kecil itu bertanya
penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini
hadiah
dari kakak saya"

Mendengar jawaban itu mata anak itu
melebar dan bergumam,
"Seandainya....seandainya...."

Roy mengira ia tahu persis apa yang
didambakan anak kecil itu.
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak
yang sama seperti kakakku."

Ternyata Roy salah menduga, saat anak
itu melanjutkan kata-katanya:
"Seandainya... seandainya saya dapat
menjadi kakak seperti itu....."

Dengan masih terheran-heran Roy
mengajak
anak itu berkeliling dengan mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji
keindahan mobilnya. Sampai satu kali
anak itu berkata,"Tuan bersediakah
mampir ke rumah
saya ? Letaknya hanya beberapa blok
dari
sini".

Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa
yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan
pada teman-temannya bahwa ia
telah naik mobil mewah." pikir Roy.

"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil
menuju arah rumah anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan
memohon pada Roy untuk berhenti
sejenak, "Tuan, bersediakah Tuan
menunggu sebentar? Saya akan segera
kembali".

Anak itu berlari menuju rumah gubuknya
yang sudah reot.

Setelah menunggu hampir sepuluh menit,
Roy mulai penasaran apa yang dilakukan
anak itu dan keluar dari mobilnya,
menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki
yang perlahan-lahan. Beberapa saat
kemudian anak gelandangan itu keluar
sambil menggendong adiknya yang lumpuh.

Setelah tiba di dekat mobil anak
gelandangan itu berkata pada adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang
padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan
ini menghadiahkannya pada Tuan ini.
Suatu saat nanti kakak akan membelikan
mobil seperti ini untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak
gelandangan yang hendak
menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya
yang membuat Roy tak dapat menahan haru
pada saat itu juga, tetapi karena
ketulusan kasih seorang kakak yang
selalu ingin memberi yang terbaik bagi
adiknya.

Seandainya saya dapat menjadi kakak
seperti itu.

Kisah ini diambil dari sebuah kisah
nyata yang ditulis dalam sebuah buku
"Stories for the family's heart" by
Alice Gray.

Bagi saya kisah ini sangat menyentuh
dan
membuat kita mengerti untuk selalu
mengasihi orang lain.

Berikanlah yang terbaik bagi orang yang
anda kasihi selagi anda bisa, atau anda
akan menyesal seumur hidup anda.

Continue Reading!
 

blogger templates | Make Money Online